Never Ending Stories

Ok.. Ok.. mestinya Batman Vs Superman : Dawn of Justice. Saya me-review film ini dengan sudut pandang lain : No Woman No Cry.

CcqN_wkUAAAmL14Se-macho-macho-nya Batman dan se-kuat-kuat-nya Superman, tetep luluh sama yang namana wanita. Sisi manusia dari kedua super hero kita yang dua ini memang sangat terlihat. Di adegan Batman yang tinggal sedikit lagi membunuh Superman, tiba-tiba terhenti. Karena Superman menyebutkan satu nama wanita : Martha. Nama ibunya Superman yang sama dengan nama ibunya Batman. Superman menyebut nama ibunya yang disandera Lex Luthor untuk ditebus dengan kematian Batman. Mendengar nama itu Batman langsung teringat dengan mendiang Ibunya.

LEGO-Batman-v-Superman-600x324Ada lagi Lois Lane. Sisi humanis dari Superman selalu ditunjukkan di hadapan pacarnya, Lois Lane.  Ditambah lagi hadirnya Wonder Woman yang misterius (itu cewek, kucluk-kucluk muncul tanpa background yang jelas), yang membuat Mas Bruce Wayne pusing pala barbie..😛

BTW, film ini lain banget sama cerita di clip- trailer-nya. Pada cuplikan film-nya, kita dibawa untuk membenci Superman dan membela Batman. Padahal waktu kita menonton filmnya secara utuh, Lex Luthor yang mengadu domba mereka berdua. Salut buat mar-comm-nya DC.

 

Tak Hanya Dinyanyikan

Saya ingat khotbah mendiang Romo Remi  tentang melayani.

“Melayani Tuhan itu bukannya aktif di gereja dari pagi sampai sore, tapi di rumah anaknya kelaparan karena orang tuanya tidak masak. “ katanya sambil berapi-api. “Melayani itu ya, berbuat sesuatu di keluarga, di sekolah, di tempat kerja, di semua lingkungan keseharian kita.”

Setelah mendengar khotbah Romo Remi, saya sejenak berpikir. “Iya ya, di gereja saya aktif pelayanan di paduan suara. Bernyanyi yang indah-indah tentang kasih, pengorbanan & rahmat Tuhan. Tapi kehidupan saya, masih jauh dari syair lagu-lagu rohani yang kami senandung kan.”

Paduan Suara Gema Serafim. Foto jadul

Paduan Suara Gema Serafim. Foto jadul

Waktu misa menyanyi : Seperti rusa rindu sungai Mu, jiwaku rindu Engkau..  Kelar misa, boro-boro rindu Tuhan, kalau makan lupa berdoa, pas mau tidur, bablas aja langsung nyenyak, bukannya berdoa dulu. Di paduan suara bernyanyi: Kasih.. itu sabar, murah hati.. Setelah selesai koor, tetep lho kembali ke sifat asalku: gak sabaran & bawaannya marah-marah.

Khotbah Romo Remi mengingatkan-ku untuk bernyanyi tak hanya dalam bait, tetapi dalam perbuatan. Melayani tak hanya dalam gereja tetapi lebih luas dari itu: melayani dalam kehidupan.

In memoriam : Pastor Remigius Ismail Sene SVD, 20/12/2014 di Jakarta.

Resensi Kungfu Panda 3

717613_118Film yang sangat menghibur dan menyampaikan banyak nilai baik di dalamnya. Mungkin karena banyaknya nilai yang akan disampaikan, Kunfu Panda 3 ini berkesan kurang mengena.. Iyaaa, menurutku durasinya harus ditambah supaya makna yang akan disampaikan itu bisa tersampaikan secara menyeluruh.

Walaupun begitu, nilai yang paling sering disampaikan di situ adalah tentang kekeluargaan dan  menjadi diri sendiri.

Nilai untuk menjadi diri sendiri digambarkan dari sisi Po yang merupakan anomali di kalangan petarung-petarung lainnya. Gemuk dan tidak kuat untuk mendaki, tukang makan dan susah bangun pagi. Ke empat factor itu tidak bisa dihilangkan Po dan menjadikannnya tetap anomali. Yang berkesan adalah ketika dia bertemu dengan sesama panda di kampungnya. Empat kebiasaan Po ternyata dirasa juga oleh panda-panda lainnya. Karena tidak kuat mendaki, para panda menjadikan kain gantung sebagai ketapel untuk naik ke bukit. Dan  dengan badan yang gemuk membuat mereka menemukan cara untuk turun dari bukit dengan mudah : menggelinding! Dengan cara-cara itu juga Po bisa mengalahkan pasukan Jade.

Kekeluargaan dalam Kungfu Panda, dimulai saat Po, Si Panda yang Li-Po-and-Mr.-Ping-Kung-Fu-Panda-3baru ditemukan oleh ayah biologisnya. Keduanya merasa bahagia, sedangkan si Bebek, ayah angkatnya, merasa sangat sedih karena takut kehilangan Po. Sampai-sampai ayah angkatnya bersikukuh untuk ikut bersama Po menuju kampung panda dengan ayah biologis. Si Bebek rela meninggalkan kedai mie miliknya, demi Po. Dia merasa menyediakan mie buat Po adalah kebahagiaan tersendiri.

Nilai kekeluargaan menjadi lengkap dengan sentuhan di akhir cerita yang sangat menyentuh, digambarkan foto Po masih kecil digendong bersama ibunya, disandingkan dengan foto dia sudah besar bersama kedua ayahnya. Di situ disampaikan tersirat bahwa walaupun kita kehilangan seseorang, tetap ada orang lain yang menemani.

 

Pesan Dari Guru Ahok

JIKA AHOK TIDAK LOLOS
Tetap kami mengucapkan terimakasih karena banyak hal baik yang kami dapat darimu. Jujur, berpikir jujur, merasa jujur, bertutur jujur, berperilaku tegas, konsekwen dan berani. Banyak anak bangsa brilian muncul termotivasi dari gayamu.

Semoga Parpol mereformasi diri sebagai mata air, melahirkan negarawan bagi NKRI baru yang lebih baik. Berjuang bersama memberangus virus KKN, bukan Parpol sebagai badan usaha untuk merperkaya diri/kelompok/dinasti. Jalur independen merupakan trend baru bagi anak bangsa yang baik.

Dengan datar dan santai kau mengatakan 17 Oktober saya selesai, namun kau akan tinggalkan harta karun yang tak ternilai bagi negerimu. Kau adalah garam dan lilin bagi banyak orang baik.
Bonaventura Huwa
Mantan guru Ahok dan sekarang belajar dari Ahok

It’s My Time

Tak jarang aku memakai feeling untuk memilih buku. Satu setengah tahun yang lalu, aku masuk ke toko buku rohani. Dan tak sengaja melihat bukunya Joel Osteen, “It’s your time”. Perasaan kepingin banget beli buku itu karena tertarik isinya : “Bangkitkanlah harapan-harapan Anda.. Hari-hari terbaik Anda ada di depan Anda…”

Tapi melihat saldo di dompet dan tabungan saat itu menipis abis.. bis.. bis.. Jadi aku menangis dalam hati karena tidak beli “It’s your time”.

Setelah beberapa lama, ekonomi keluarga membaik, dan aku membeli banyak sekali buku. Tapi entah kenapa, “It’s your time” terlewatkan. Mengingatnya pun tidak. Novelnya Dee dan beberapa buku motivasi lainnya menjadi konsumsi imajinasi ku yang kalau tidak direm, kereta tumpanganku akan bablas sampai Stasiun Kota.

Sebulan sebelum ulang tahun, ada dorongan untuk cari buku yang lebih baik. “It’s your time” kembali teringat. Aku mulai mencari-cari di toko buku dekat rumah. Habis euy.. toko buku besar di mal juga ludes. Pie iki.. Telas tenan.. Yow is ben lah. Istriku nanya, kok gak beli buku? Ya iyalah, yg dicari gak ada. Aku mulai bercerita kenapa aku ingin sekali membeli “It’s your time”

September datang. Tanggal 3 jam 23:55. Lima menit sebelum umurku genap (ganjil sih sebenarnya) 35tahun. Seperti biasa, istriku begadang sampai tengah malam sebelum ulang tahunku. Begitu jam 00:00 dia kasih kado.. dan aku kaget banget.. “It’s your time” ada dibalik bungkusnya.🙂🙂🙂

Thank to be God. Alhamdulillah.. Puji Tuhan.. Alleluya.. Semua berkumandang dalam hatiku. Like a dream come true.. (Oke deh, lebay kan.. )

Semua ini aku yakin bukan kebetulan.. Tuhan mau aku lalui ini semua. Proses yang benar-benar menentukan “Ini waktumu.” “Ini waktu yang Aku tentukan bagiMu.” “Bacalah ini, karena ini benar-benar untukmu.”

“Inilah waktu yang tepat untuk menguji Iman Anda, supaya Anda bertindak dan menanti-nantikan berkat Tuhan. Inilah waktu bagi Anda untuk menyatakan iman, mencari kemurahan Tuhan dan menyerahkan kendali kehidupan Anda kepada-Nya, supaya Anda dapat menemukan kepuasan dalam rencana-Nya.”

Jakarta, 4 September 2015

It's my time

It’s my time

Supernova, episode: Gelombang by Dewi "Dee" Lestari

Supernova, episode: Gelombang by Dewi “Dee” Lestari

Melompat-lompat dengan indah. Dari satu kota ke kota lain di negara yang berbeda. Dari pengalaman hanya sekedar mimpi sampai ke keadaan nyata yang mencekam. Bertemu dan berteman dengan orang dari berbagai suku dan negara. Walaupun menceritakan satu figur, lompatan-lompatan inilah yang membuat Gelombang begitu menarik dan menggodaku tak sabar untuk membuka halaman berikutnya.

Tokoh tunggal yang bernama Alfa, dikisahkan Dee dengan beragam latar belakang negara. Indonesia, Sumatra Utara tepatnya, tempat asal Alfa. Dan dua negara lainnya yang menurut aku tidak bijak untuk disebutkan disini karena Kamu harus membacanya sendiri.. Sayang banget kalau udah tahu duluan.. Hehehe..

Menguak alam mimpi, menjadi satu topik yang menggugahku untuk terus membaca. Dari buku-buku yang kubaca, mimpi jarang sekali dijadikan bahasan utama dan sering muncul di dalam sebuah cerita. Hanya The Alchemist karangan Paulo Coelho yang seingatku, ceritanya membahas mimpi. Dalam Gelombang, mimpi yang dialami oleh Alfa, membuatnya terus terjaga. Bagi kebanyakan orang, tidur adalah suatu kebutuhan, tapi tidak untuk Alfa. Dia membenci tidur.

Dari mimpi, Dee menguak banyak legenda, adat istiadat, dan tidak lupa mengambil sisi ilmiahnya. Ini yang membuat Gelombang penuh makna dan intrepretasi, tergantung siapa yang membacanya. Dua sisi yang berlainan: modernitas dan ke-alamian, Western dan Eastern, legenda dan ilmiah. Pasangan-pasangan ini yang biasanya diadu menjadi dua kubu yang bertentangan, di sini Dee membuatnya bersahabat, dijadikan satu paket yang saling mengisi dan seimbang.

Gelombang menjadi teman seperjalanan dalam pengalaman untuk ikut menelusuri tiga negara yang belum pernah saya kunjungi. Serasa pernah ke sana euy :)

Thanks Dee.. Tashi Delek.

Gambar diambil dari bentangpustaka.com

Kado Natal Terindah

Dari tiga bulan mencari kerja dan berjuang cari duit dengan freelance reklame.. akhirnya di 23 Desember 2014, dapat kepastian diterima di salah satu developer apartemen. Makasih banget sama Tuhan🙂 Bener-bener bagaikan menemukan air di padang gurun.

Semoga aku bisa berkarya dan maju bersama. Ammiiiiinnnn…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.